Ta’aruf

Selamat fajar menuju senja, dan begitu pun sebaliknya.

Namaku Muhammad Firsca Almanda, dan aku penggemar sastra.

Aku menjadi janin pertama yang diasingkan ke bumi oleh kedua orang tuaku. Diantara pengasing itu, ada yang selalu ku panggil ibu. Ia merupakan pesulap yang handal. Ia mampu menyulap selaput perutnya menjadi angkin, hanya untuk memastikanku terjaga.

Teramat sering aku bertanya, mengapa dahulu mereka mengasingkanku?

Meski begitu, kali ini pepatah memang ada benarnya. Buah jatuh takkan jauh dari pohonnya.

Dan aku menjadi pewaris, penerus langkah mereka. Walau dengan teguh aku menolak, kelak, aku pun akan menjadi pengasing, persis seperti mereka.

Diterbitkan oleh firscaal

Saya hanya manusia biasa. Tak ada yang perlu di banggakan apalagi di pamerkan.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: